Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Dibalik “Om Telolet Om”


Sahutan ayam berselang-seling menandakan fajar sudah datang. Dinginnya pagi masih menyelimuti seluruh desa termasuk rumah Basri atau yang akrab dipanggil Sri. Hingga membuatnya kembali terlelap di kasur favorit dengan selimut bergambar Doraemon, salah satu kartun animasi dari Jepang. Samar-samar terdengar suara yang tidak asing lagi memanggil namanya sambil beberapa kali mengetuk pintu.
“Sri, Ayo tangi sholat Subuh sek wes awan!” suara emak membangunkannya dari mimpi yang indah.
Sekilas ia memandangi jam yang terletak di nakas sebelah tempat tidur sehingga membuatnya terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 WIB. Untung saja sedang libur akhir semester setelah sebelumnya ia bergulat dengan soal-soal Ujian Nasional SMP. Ia pun bergegas meninggalkan tempat tidur untuk mengambil air wudhu entah sholatnya sah atau tidak.
Setelah itu, seperti biasa ia membantu ibunya untuk mengantarkan dagangan getuk di Pasar Rejowinangun setelah sebelumnya mandi dan merapikan tempat tidurnya. Sudah beberapa hari ini ia tidak ditemani oleh kakaknya karena setiap pagi entah pergi kemana. Matahari pagi begitu hangat menyentuh kulit dengan titipan vitamin D dibalik sentuhannya saat Sri mulai keluar rumah. Terima kasih pada Tuhan atas kesempatan yang terus diberikan-Nya untuk merasakan indahnya pagi di sebuah desa di bawah kaki Bukit Tidar ini yang sangat terkenal dengan getuk, makanan khasnya. Diperjalanan menuju pasar ia bertemu dengan Mas Didin, kakaknya.
“Mas Didin, ajeng teng pundi?” tanya Sri penasaran.
“Biasa Telolet karo kanca-kancaku, pamitke emak ya, Sri!” seru Mas Didin sambil berlari menuju jalan raya.
Sesampainya di pasar ia pun bergegas menuju kios Bu Janah langganannya yang tidak jauh dari pintu masuk.
“Bu, ini getuknya ditaruh mana?” tanya Sri.
“O iya Sri, taruh dekat panganan itu saja,” jawab Bu Janah sambil menunjuk salah satu makanan.
  “Sri, Didin kemana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya?” tanya Bu Janah.
“Mas Didin  pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu,” jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat,” saran Bu Janah.
“Pantas saja biasanya ke sini pagi sekali,” tambah Bu Janah.
Akhir-akhir ini memang sedang booming fenomena “Om Telolet Om” diberbagai daerah termasuk Magelang yang mana banyak orang dari anak-anak hingga dewasa menunggu bus yang datang untuk membunyikan klakson yang unik yang mereka anggap sebagai kesenangan tersendiri termasuk kakaknya.
Setelah selesai mengantar dagangan ia pun langsung pulang untuk sarapan. Di meja makan ibu menanyakan keberadaan Mas Didin.
“Sri, masmu nang endi? kok malah ketungkul dolan wae?” tanya Emak penasaran.
“Mas Didin  pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Mak,” jawab Sri.
“O ya wes, cari nek masmu bali kon makani pitik ya,” perintah Emak sambil membereskan meja makan.
“Inggih, Mak,” jawab Sri
Matahari mulai terik saat Mas Didin sampai di rumah. Sri pun langsung memberitahukan pesan emak kepada kakaknya. Namun, diluar dugaan kakaknya malah menolak amanah emaknya. Sri pun mengadukan hal itu kepada emak yang membuatnya marah terhadap anak sulungnya.
“Didin, emak wes terlalu sabar ngadepi kowe, dolan wes tak olehke tapi kudu ngerti wayah,  bantu-bantu omah, manut karo wong tuwo,” pinta emak dengan air mata mulai berlinang.
“Maafkan Didin, Mak, sudah melawan perintah Emak juga tidak pernah membantu pekerjaan rumah karena asik menunggu Telolet di jalan,” kata Didin sambil terisak setelah menyadari kesalahannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERJUANGAN SANG AYAH


Suparjo atau kerap dipanggil Parjo itu, lahir di Magelang, 4 Mei 1960. Beliau merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Radji sedangkan Ibunya bernama Sumirat. Sejak kecil ia tinggal bersama kedua orang tuanya di Dusun Karet, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Riwayat pedidikannya hanya sebatas sampai lulus SD sederajat di SD Bulurejo, Cawang, Magelang. Setiap hari ia bersama teman-temannya berjalan kaki untuk tiba di sekolah karena jarak dari rumahnya tidak terlalu jauh. Pada saat kelas IV ia mendapat peringkat 5 besar dan berbakat dalam mengerjakan matematika sehingga ia sering ditraktir oleh temannya karena telah mengerjakan PR temannya tersebut.
Karena terbentur dengan biaya, ia tidak melanjutkan ke sekolah menengah pertama dan ikut membantu ayahnya di sawah. Ia adalah orang yang sangat gigih. Dalam sejarah kariernya ia pernah bekerja di salah satu tempat penyembelihan sapi kemudian membantu menyapu di Terminal Bonpolo. Hingga suatu saat ia ditawari oleh seseorang untuk bekerja sebagai penarik retribusi daerah hingga sekarang. Perjuangan beliau untuk mendapatkan kehidupan yang layak dengan cara yang halal patut diteladani.

Ia menikah dengan Maryati yang merupakan anak dari Ngadian dan Mainah. Kini mereka dikaruniai 3 orang anak. Pada 2 Januari 1990 putra pertamanya dilahirkan dan diberi nama Priya Luhur Setyawan, sedangkan putra keduanya dilahirkan pada tanggal 10 November 1997 dengan nama Adzan Bagus Nuryawan. Mereka memiliki anak perempuan yang merupakan anak terakhir pada tanggal 27 Mei 1999 dan diberi nama Arin Munirotul Umah oleh K.H. Misbah. Saat ini anak pertamanya sedang melanjutkan kuliah di STIE SBI Yogyakarta sambil bekerja, sedangkan anak keduanya sedang bekerja di Yamaha Motor, Jakarta. Kemudian ia sedang mempersiapkan masa depan anak terakhirnya yang sedang duduk di bangku SMAN 2 Magelang kelas XII IPS 2.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

IKLAN

A. Pengertian
Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan.

B. Jenis-jenis Iklan
1. Iklan Cetak
Iklan cetak adalah iklan yang dibuat dan dipasang menggunakan teknik cetak. Teknik ini dapat berupa letterpess, photolitography, sablon, inkjet, laser dan lain sebagainya.
Wujudnya iklan cetak ini antara lain koran, majalah, baliho, poster, stiker, dan lain-lainnya. Berdasarkan luas space atau ukuran koran, majalah dan tabloid memiliki 3 wujud iklan, yaitu :
Iklan baris biasanya tidak lebih dari 3-4 baris, sampai luas tidak melebihi dari sekolom.
Iklan kolom memiliki luas satu kolom, tetapi lebih tinggi dibanding iklan baris.
Iklan display memiliki ukuran lebih lebih luas jika dibandingkan iklan kolom.
2. Iklan Elektronik
Iklan elektronik, adalah iklan yang menggunakan media berbasis elektronik seperti iklan Radio dan iklan Televisi,
3. Iklan Komersial
Iklan Komersial utawa bisnis memiliki tujuan untuk mencari keuntungan ekonomi, yang utamanya meningkatkan penjualan. Iklan komersial ini bisa dibagi lagi menjadi :
Iklan konsumen : dimaksudkan untuk mencari keuntungan bisnis, di mana pesan atau isinya iklan ditujukan kepada konsumen akhir, yaitu yang memakai terakhir suatu produk.
Iklan bisnis : iklan yang disampaikan dengan maksud mencari keuntungan ekonomi, sasaran pesan yang dituju yaitu lembaga yang akan mengolah/menjual produk yang sudah diiklankan kepada konsumen akhir.
Iklan professional : iklan yang disampaikan dengan maksud mencari keuntungan bisnis di mana khalayak sasarannya yaitu segmen khusus (para professional).
2. Iklan non komersial
Iklan yang digunakan untuk menginformasikan, membujuk atau mendidik khalayak di mana tujuan akhirnya bukan mencari keuntungan ekonomi, melainkan keuntungan sosial.
Keuntungan sosial di sini bisa diartikan sebagai tambahan ilmu, kesadaran masyarakat terhadap perkara yang diiklankan, serta mencari citra bagus di mata masyarakat.

Sumber: http://www.siswamaster.com/2016/05/pengertian-iklan-syarat-ciri-jenis-jenis dan manfaatnya.html?m=1

Contoh iklan:

Makna setiap simbol:
1. Tulisan yang berbunyi "Hidupku lebih mahal dari hargamu," memiliki makna bahwa kehidupan itu sangat penting bukan untuk bersenang-senang dengan membeli rokok namun untuk beribadah dan menuntut ilmu.
2. Kata "mahal" dengan warna merah menandakan ketegasan betapa berharganya kesehatan seseorang.
3. Gambar rokok disertai tanda pelarangan melambangkan bahwa tidak ada manfaatnya orang menghisap rokok justru rokok itu sendiri akan membahayakan dirinya maupun orang sekitarnya sehingga perlu adanya peringatan dengan tanda-tanda baik itu visual maupun non visual.
4. Daun yang berguguran, melambangkan bahwa orang yang merokok akan seperti daun yang semula tumbuh hijau ketika terkontaminasi dengan rokok maka akan rentan terhadap penyakit sehingga akan mempercepat kematian yang digambarkan dengan tengkorak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Begarlist Volley Cup HUT Smada

Magelang, Senin (3/10)- Smada menggelar Begarlist Volley Cup. Acara yang digelar dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Smada diikuti oleh pelajar SMP/MTs se- kota dan Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini berlangsung selama 3-10 hari. Pada hari pertama diadakan upacara pembukaan dengan pembina Bapak M. Arief Fauzan B, kepala SMAN 2 Magelang.
Beliau menyampaikan bahwa ajang perlombaan ini harus dilaksanakan dengan sportif dan tertib. Kegiatan ini dilangsungkan disekitar lingkungan SMAN 2 Magelang tepatnya lapangan utama. Waktu perlombaan dimulai dari pukul 15.00 WIB - selesai.

Jumlah tim yang mengikuti perlombaan ini yaitu 17 tim. Masing-masing tim mengajukan 10 orang pemain, 4 orang sebagai cadangan dan satu orang guru pendamping.   

Acara ini bisa dikatakan meriah karena masing-masing tim berusaha sekuat tenaga untuk bisa memenangkan perlombaan ini. Mereka memberikan dukungan antaranggota tim seperti melakukan selebrasi atau meneriakkan nama-nama tim pendukung.

Hari pertama pertandingan dimenangkan oleh SMPN 8 Magelang dengan lawan SMPN 12 Magelang. Acara ini dimeriahkan oleh aneka jajanan yang dijual di sekitar SMAN 2 Magelang.
"Lomba volley kali ini sangat menarik karena kami merancang acara ini jauh-jauh hari dan semoga diberikan kesuksesan hingga akhir. Amin," tutur Renata Alma, salah satu anggota OSIS SMAN 2 Magelang.

Untuk kegiatan final akan diadakan pada tanggal 10 Oktober 2016, sekaligus upacara penutupan dan pengumuman perlombaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PIDATO/CERAMAH

Pidato adalah menyampaikan ide atau gagasan kepada khalayak ramai melalui bahasa lisan.

Tujuan pidato:
  1. Memotivasi: jika pembicara ingin membangkitkan semangat.
  2. Mempersuasi: jika pembicara berusaha mempengaruhi pendengar.
  3. Melakukan tindakan: jika pembicara menghendaki pendengar bertindak sesuatu.
  4. Menginformasikan: jika pembicara ingin memberitahu/menyampaikan sesuatu kepada pendengar.
  5. Menghibur: jika pembicara ingin menggembirakan pendengar.

Metode Berpidato:
  1. Metode menghafal: Pada metode ini sebelum berpidato pembicara menghafalkan naskah yang sudah disusunnya.
  2. Metode naskah: Pada metode ini pembicara membacakan naskah saat pidato.
  3. Metode ekstemporan(menggunakan kerangka pidato): Pada metode ini dalam berpidato pembicara membawa catatan-catatan kecil.
  4. Metode impromtu(spontan/serta merta): Pada metode ini pembicara berpidato berdasarkan pengetahuan dan kemahirannya tanpa persiapan.

Langkah-langkah menyusun naskah pidato:
  1. Menentukan tujuan pidato
  2. Menganalisis pendengar
  3. Menyusun kerangka pidato
  4. Mengembangkan kerangka menjadi naskah pidato

Sistematika pidato:
I PENDAHULUAN
 -Salam pembuka
 -Sapaan
 -Ucapan syukur
 -Ucapan terimakasih
 -Maksud/tujuan
II ISI/URAIAN PIDATO
 -Pengertian
 -Penyebab
 -Cara pencegahan
III PENUTUP
 -Simpulan
 -Harapan
 -Permohonan maaf
 -Salam penutup

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS