Suparjo
atau kerap dipanggil Parjo itu, lahir di Magelang, 4 Mei 1960. Beliau merupakan
anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Radji sedangkan Ibunya
bernama Sumirat. Sejak kecil ia tinggal bersama kedua orang tuanya di Dusun
Karet, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Riwayat
pedidikannya hanya sebatas sampai lulus SD sederajat di SD Bulurejo, Cawang,
Magelang. Setiap hari ia bersama teman-temannya berjalan kaki untuk tiba di
sekolah karena jarak dari rumahnya tidak terlalu jauh. Pada saat kelas IV ia
mendapat peringkat 5 besar dan berbakat dalam mengerjakan matematika sehingga
ia sering ditraktir oleh temannya karena telah mengerjakan PR temannya
tersebut.
Karena
terbentur dengan biaya, ia tidak melanjutkan ke sekolah menengah pertama dan
ikut membantu ayahnya di sawah. Ia adalah orang yang sangat gigih. Dalam
sejarah kariernya ia pernah bekerja di salah satu tempat penyembelihan sapi
kemudian membantu menyapu di Terminal Bonpolo. Hingga suatu saat ia ditawari
oleh seseorang untuk bekerja sebagai penarik retribusi daerah hingga sekarang.
Perjuangan beliau untuk mendapatkan kehidupan yang layak dengan cara yang halal
patut diteladani.
Ia
menikah dengan Maryati yang merupakan anak dari Ngadian dan Mainah. Kini mereka
dikaruniai 3 orang anak. Pada 2 Januari 1990 putra pertamanya dilahirkan dan
diberi nama Priya Luhur Setyawan, sedangkan putra keduanya dilahirkan pada
tanggal 10 November 1997 dengan nama Adzan Bagus Nuryawan. Mereka memiliki anak
perempuan yang merupakan anak terakhir pada tanggal 27 Mei 1999 dan diberi nama
Arin Munirotul Umah oleh K.H. Misbah. Saat ini anak pertamanya sedang
melanjutkan kuliah di STIE SBI Yogyakarta sambil bekerja, sedangkan anak
keduanya sedang bekerja di Yamaha Motor, Jakarta. Kemudian ia sedang mempersiapkan
masa depan anak terakhirnya yang sedang duduk di bangku SMAN 2 Magelang kelas
XII IPS 2.





